Home About Us Guestbook Futsal Rules Contact

BFN Harus Koreksi Wasit PDF Print E-mail
Monday, 22 December 2008
Kejadian yang sangat memalukan untuk Futsal Indonesia berlaku pada saat pertandingan Gading Kusuma-AMFC di babak penyisihan turnamen Galaxy. Dimana Gading Kusuma harus minimal mencuri 1 angka agar bisa lolos ke babak berikutnya. Gading Kusuma tertinggal 2-0 dan 3-1 setelah itu para pemain mulai bermain kasar dan keras, hal itu diakui oleh salah satu pemain Gading Kusuma setelah pertandingan usai agar merusak konsentrasi pemain AMFC. Dan mereka berhasil merubah kedudukan menjadi 4-3 pada 2 menit terakhir. Hingga Gading Kusuma lolos bersama AMFC yang sebelum pertandingan dimulai sudah lolos ke babak berikutnya. Bahwa pemain Gading Kusuma yang rata2 dihuni oleh pemain Liga Pro dan ex-timnas melakukan strategi bermain kasar dan keras, itu sepenuhnya hak pemain. Apapun yang mereka lakukan untuk memenangkan pertandingan saya sangat mengerti dan saya terima. Yang jadi masalah sekarang bukan pemain Gading Kusuma. Akan tetapi para perilaku wasit yang saya protes keras. Di dalam pertandingan terjadi insiden dimana pemain Biangbola Toni M Nur menampar pemain AMFC Fahry Hidayat dan hanya diberikan kartu kuning. Hal ini yang sangat saya sesalkan jika diketahui bahwa tindakan kekerasan terhadap pemain ataupun wasit akan diganjar dengan kartu merah, bahkan di-skors sangat panjang. Hal ini pun terjadi di Liga Super Indonesia di mana pemain seperti EMile Mbamba (Arema Malang) di-skors hingga 5 tahun dan Christian Gonsalez (Persik Kediri) 1 tahun atas tindakan yang tidak sportif.

Setelah pertandingan saya sempat berbincang dengan Toni M Nur dan dia meminta maaf, untuk saya hal ini sudah selesai. Karena tindakan seperti ini bukan pertama kali terjadi di lapangan Futsal. Pemain kadang lepas kendali dan melakukan hal yang tidak  di inginkan. Yang jadi masalah kenapa wasit tidak menarik kartu merah untk pemain tersebut? Bukannya wasit adalah sosok yang bertanggung jawab untuk menjunjung tinggi sportifitas? Apa yang terjadi jika semua pemain yg menampar hanya diberikan kartu kuning? Dan perlu diketahui bahwa event ini telah mendapatkan surat rekomendasi dari BFN dan seharusnya dipimpin oleh wasit BFN. Arahnya akan kemana jika pertandingan Futsal BFN dipimpin oleh wasit seperti ini? Betapa malunya kita jika ada tim dari luar negeri yang bertamu di Indonesia dan akan menghadap wasit yang tidak tegas?

Beruntung panitia (baca: bukan kordinator wasit BFN) mengambil keputusan yang sangat bijaksana. Tidak hanya menskors Toni hingga turnamen selesai akan tetapi juga tidak menggunakan wasit tersebut hingga turnamen ini selesai. Ini akan menjadi PR untuk BFN agar kejadian ini tidak akan terulang lagi dan saya juga heran mengapa wasit Futsal FIFA yang kita miliki tidak turun? Saya telah menkonfirmasi apakah wasit FIFA Futsal seperti Puji dan Anang tidak bisa turun karena kesibukan lainnya, ternyata mereka tidak diundang untuk tampil pada turnamen BFN ini. Aneh tapi nyata.

Manager AMFC,
Justinus Lhaksana
 
< Prev   Next >

Adjie Massaid
Sambutan dari Adjie Massaid mengenai website resmi Adjie Massaid Futsal Clinic.
Read more...

Justinus Lhaksana
JustinSambutan dari Coach / Manajer AMFC seputar website AMFC.
Read more...

 
Liga Amatir 2008

IFL 2008


 

Who's Online
We have 4 guests online


Google Page Rank
My Google Page Rank

Forum